Dalam dunia logistik dan ekspedisi, salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan adalah: “1 truk berapa kubik?”. Pertanyaan ini penting karena menentukan berapa banyak barang yang bisa dimuat dalam satu armada truk, sehingga berpengaruh langsung pada biaya kirim, efisiensi distribusi, hingga pemilihan jenis truk yang tepat.
Artikel ini akan membahas secara lengkap, detail, dan praktis mengenai kapasitas truk dalam satuan kubik (CBM/Cubic Meter), jenis-jenis truk yang umum digunakan di Indonesia, cara menghitung kubikasi, serta tips memilih truk sesuai kebutuhan pengiriman.
Table of Contents
ToggleApa Itu Kubikasi dalam Dunia Ekspedisi?
Kubikasi adalah metode penghitungan kapasitas muatan dalam satuan cubic meter (m³/CBM). Rumusnya sederhana:
Panjang x Lebar x Tinggi = Kubikasi (m³)
Dalam konteks ekspedisi, kubikasi dipakai untuk:
-
Menghitung volume barang yang akan dikirim.
-
Menentukan jenis truk yang sesuai.
-
Menentukan tarif ongkos kirim berdasarkan volume (selain berat).
Contoh: Jika sebuah kardus berukuran 50 cm x 40 cm x 30 cm, maka volume kubiknya adalah:
0,5 m x 0,4 m x 0,3 m = 0,06 m³ per kardus.
Jika Anda memiliki 100 kardus dengan ukuran sama, total volume menjadi 6 m³. Pertanyaannya kemudian: truk mana yang bisa menampung 6 m³?
Kapasitas Kubikasi Berbagai Jenis Truk
Di Indonesia, terdapat beberapa jenis truk yang umum digunakan untuk kebutuhan ekspedisi dan cargo. Setiap truk memiliki kapasitas volume (CBM) dan daya angkut berat (kg/ton) yang berbeda.
Berikut penjelasan lengkap:
1. Colt Diesel Engkel (CDE)
-
Ukuran bak: ± 3 m x 1,6 m x 1,5 m
-
Kapasitas volume: ± 7 m³
-
Daya angkut berat: ± 2 ton
Truk ini cocok untuk pengiriman barang dengan volume kecil hingga menengah, misalnya furniture rumah tangga, peralatan elektronik, atau barang retail.
2. Colt Diesel Double (CDD)
-
Ukuran bak: ± 4,2 m x 2 m x 1,8 m
-
Kapasitas volume: ± 15 m³
-
Daya angkut berat: ± 4 ton
Jenis ini lebih besar dari CDE dan sering dipakai untuk distribusi barang retail, bahan makanan, hingga material konstruksi.
3. Fuso
-
Ukuran bak: ± 5,5 m x 2,2 m x 2 m
-
Kapasitas volume: ± 24 m³
-
Daya angkut berat: ± 7 ton
Fuso populer untuk pengiriman jarak jauh dengan volume menengah. Misalnya, barang kebutuhan industri, barang proyek, atau logistik dalam skala besar.
4. Tronton
-
Ukuran bak: ± 7,5 m x 2,4 m x 2,2 m
-
Kapasitas volume: ± 40 m³
-
Daya angkut berat: ± 10 ton
Tronton biasanya dipilih untuk pengiriman barang pabrik, mesin, alat berat, hingga bahan bangunan dalam jumlah banyak.
5. Wingbox
-
Ukuran bak: ± 9,6 m x 2,4 m x 2,5 m
-
Kapasitas volume: ± 60 m³
-
Daya angkut berat: ± 20 ton
Kelebihan wingbox adalah efisiensi bongkar muat karena pintu dapat dibuka dari samping. Cocok untuk barang palet, barang ekspor, hingga logistik retail modern.
6. Trailer
-
Ukuran bak: ± 12 m x 2,4 m x 2,5 m
-
Kapasitas volume: ± 70 m³ – 100 m³
-
Daya angkut berat: hingga 25 ton
Trailer dipakai untuk muatan besar, seperti kontainer, mesin industri, dan proyek skala nasional.
Perbandingan Kapasitas Truk Berdasarkan Kubikasi
Jenis Truk | Ukuran Rata-rata (P x L x T) | Kapasitas Kubik (CBM) | Daya Angkut Berat |
---|---|---|---|
Colt Diesel Engkel (CDE) | 3 m x 1,6 m x 1,5 m | ± 7 m³ | 2 ton |
Colt Diesel Double (CDD) | 4,2 m x 2 m x 1,8 m | ± 15 m³ | 4 ton |
Fuso | 5,5 m x 2,2 m x 2 m | ± 24 m³ | 7 ton |
Tronton | 7,5 m x 2,4 m x 2,2 m | ± 40 m³ | 10 ton |
Wingbox | 9,6 m x 2,4 m x 2,5 m | ± 60 m³ | 20 ton |
Trailer | 12 m x 2,4 m x 2,5 m | ± 70 – 100 m³ | 25 ton |
Cara Menghitung Barang yang Bisa Masuk ke dalam Truk
Untuk mengetahui apakah barang Anda muat ke dalam truk, gunakan rumus:
Total Volume Barang ÷ Kapasitas Truk = Jumlah Truk yang Dibutuhkan
Contoh Kasus:
-
Barang Anda: 100 kardus berukuran 60 cm x 50 cm x 40 cm.
-
Volume per kardus: 0,6 m x 0,5 m x 0,4 m = 0,12 m³.
-
Total volume: 100 x 0,12 m³ = 12 m³.
Jika menggunakan CDD (15 m³) → cukup 1 truk.
Jika menggunakan CDE (7 m³) → butuh 2 truk.
Faktor yang Mempengaruhi Pilihan Truk
-
Jenis Barang
-
Barang ringan tapi besar → fokus pada kubikasi.
-
Barang kecil tapi berat → fokus pada kapasitas tonase.
-
-
Jarak Pengiriman
-
Jarak dekat → CDE atau CDD cukup.
-
Jarak jauh dan volume besar → Fuso, Tronton, atau Wingbox lebih efisien.
-
-
Akses Jalan
-
Jalan sempit atau gang → CDE lebih fleksibel.
-
Jalan besar antar kota → Wingbox atau Trailer bisa digunakan.
-
-
Biaya
-
Pemilihan jenis truk berpengaruh pada ongkos kirim. Semakin besar truk, semakin besar biaya, tetapi lebih hemat jika barang banyak.
-
Kenapa Penting Tahu 1 Truk Berapa Kubik?
Mengetahui kapasitas truk dalam satuan kubik sangat penting karena:
-
Menghindari kelebihan muatan.
-
Mengoptimalkan biaya pengiriman.
-
Mempermudah perencanaan logistik.
-
Memastikan barang sampai dengan aman.
Tips Memilih Truk Sesuai Kebutuhan
-
Hitung dulu volume barang (CBM).
-
Sesuaikan dengan jenis barang (ringan atau berat).
-
Perhitungkan akses jalan dan lokasi tujuan.
-
Konsultasikan dengan perusahaan ekspedisi terpercaya.
Harddies Cargo: Solusi Pengiriman dengan Berbagai Jenis Truk
Jika Anda masih bingung menentukan jenis truk untuk kebutuhan pengiriman, Harddies Cargo siap menjadi solusi.
Kenapa memilih Harddies Cargo?
-
Armada lengkap: dari CDE, CDD, Fuso, Tronton, Wingbox hingga Trailer.
-
Layanan profesional dengan pengemudi berpengalaman.
-
Harga kompetitif dengan transparansi biaya.
-
Jangkauan luas: pengiriman antar kota hingga antar pulau di Indonesia.
-
Layanan konsultasi gratis untuk membantu menentukan armada sesuai kebutuhan barang Anda.
👉 Jadi, tak perlu bingung lagi soal “1 truk berapa kubik”. Serahkan urusan ekspedisi dan logistik Anda pada Harddies Cargo, karena kami siap mengantarkan barang Anda lebih cepat, aman, dan efisien!