Home » blog » Perbedaan Faktur dan Invoice: Pengertian, Fungsi, Contoh, dan Dampaknya dalam Bisnis

Perbedaan Faktur dan Invoice: Pengertian, Fungsi, Contoh, dan Dampaknya dalam Bisnis

Dalam dunia bisnis dan administrasi keuangan, istilah faktur dan invoice sering kali digunakan secara bergantian. Banyak pelaku usaha, terutama UMKM dan bisnis yang baru berkembang, menganggap keduanya memiliki arti yang sama. Padahal, secara fungsi, penggunaan, dan konteks hukum, terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara faktur dan invoice.

Memahami perbedaan faktur dan invoice sangat penting untuk menjaga ketertiban administrasi, menghindari kesalahan pencatatan keuangan, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi perpajakan. Artikel ini akan membahas secara lengkap mulai dari pengertian, fungsi, jenis, contoh, hingga dampaknya terhadap operasional bisnis.

Pengertian Faktur

Faktur adalah dokumen resmi yang berisi rincian transaksi penjualan barang atau jasa yang diterbitkan oleh penjual kepada pembeli. Dalam konteks perpajakan di Indonesia, faktur sering dikaitkan dengan faktur pajak, yaitu dokumen yang digunakan sebagai bukti pungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Di Indonesia, faktur pajak diatur oleh Direktorat Jenderal Pajak sebagai bagian dari sistem administrasi perpajakan.

Ciri-ciri Faktur:

  • Memuat identitas penjual dan pembeli

  • Tanggal transaksi

  • Nomor faktur

  • Rincian barang atau jasa

  • Jumlah pembayaran

  • Pajak (jika ada)

  • Tanda tangan atau stempel resmi

Baca Juga:  TikTok Live vs Shopee Live: Analisis Lengkap dan Strategi Pemasaran E-Commerce Indonesia

Faktur umumnya digunakan dalam transaksi yang telah selesai atau sebagai bukti penagihan resmi yang memiliki kekuatan administratif dan perpajakan.

Pengertian Invoice

Invoice adalah dokumen penagihan yang diterbitkan oleh penjual kepada pembeli sebagai permintaan pembayaran atas barang atau jasa yang telah diberikan. Istilah invoice lebih sering digunakan dalam konteks bisnis internasional atau perusahaan yang menggunakan sistem administrasi berbahasa Inggris.

Secara sederhana, invoice adalah tagihan pembayaran.

Ciri-ciri Invoice:

  • Nomor invoice

  • Tanggal penerbitan

  • Jatuh tempo pembayaran

  • Rincian produk atau layanan

  • Total pembayaran

  • Informasi rekening pembayaran

Invoice biasanya diterbitkan sebelum pembayaran dilakukan dan berfungsi sebagai dokumen penagihan.

Perbedaan Faktur dan Invoice

Perbedaan Faktur dan Invoice Secara Umum

Berikut perbandingan mendasar antara faktur dan invoice:

Aspek Faktur Invoice
Bahasa Bahasa Indonesia Bahasa Inggris
Fungsi Bukti transaksi resmi & pajak Dokumen penagihan
Waktu Terbit Setelah transaksi atau bersamaan Sebelum pembayaran
Pajak Sering mencantumkan PPN Tidak selalu mencantumkan pajak
Kekuatan Hukum Lebih kuat secara perpajakan Fokus pada penagihan

Meskipun dalam praktik sehari-hari banyak perusahaan menyamakan keduanya, dalam konteks formal dan perpajakan, faktur memiliki posisi yang lebih kuat dibanding invoice.

Perbedaan Faktur dan Invoice dari Sisi Fungsi

1. Fungsi Faktur

  • Bukti resmi transaksi

  • Dokumen pendukung pembukuan

  • Dasar pelaporan pajak

  • Bukti pungutan PPN

Faktur sangat penting dalam audit keuangan dan pelaporan pajak tahunan.

2. Fungsi Invoice

  • Dokumen permintaan pembayaran

  • Pengingat jatuh tempo

  • Dokumen administrasi piutang

  • Alat kontrol cash flow

Invoice membantu perusahaan mengelola arus kas dan piutang usaha secara sistematis.

Perbedaan Faktur dan Invoice dari Sisi Waktu Penerbitan

Invoice biasanya diterbitkan setelah pekerjaan selesai atau barang dikirim, namun sebelum pembayaran dilakukan. Invoice berisi permintaan pembayaran dalam jangka waktu tertentu, misalnya 7 hari, 14 hari, atau 30 hari.

Baca Juga:  Apa itu Feedback dan Perannya dalam Komunikasi Modern

Sementara itu, faktur bisa diterbitkan bersamaan dengan transaksi dan sering kali menjadi bukti final atas transaksi yang sudah disepakati dan dikenakan pajak.

Perbedaan Faktur dan Invoice dari Perspektif Perpajakan

Dalam konteks perpajakan Indonesia:

  • Faktur pajak wajib dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP).

  • Invoice tidak selalu memiliki kewajiban perpajakan.

Faktur pajak memiliki nomor seri resmi yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pajak dan digunakan untuk pelaporan SPT Masa PPN.

Invoice hanya berfungsi sebagai dokumen komersial, bukan dokumen pajak resmi.

Jenis-Jenis Faktur

Berikut beberapa jenis faktur yang umum digunakan:

1. Faktur Biasa

Digunakan sebagai bukti transaksi umum.

2. Faktur Pajak

Digunakan untuk transaksi yang dikenakan PPN.

3. Faktur Proforma

Faktur sementara yang diberikan sebelum pengiriman barang.

4. Faktur Konsinyasi

Digunakan dalam sistem penjualan titip jual.

Jenis-Jenis Invoice

1. Standard Invoice

Invoice biasa untuk transaksi umum.

2. Proforma Invoice

Invoice sementara sebelum pembayaran dilakukan.

3. Commercial Invoice

Digunakan dalam perdagangan internasional.

4. Recurring Invoice

Invoice berkala untuk layanan berlangganan.

Contoh Perbedaan dalam Praktik Bisnis

Misalnya sebuah perusahaan logistik mengirim barang ke klien:

  1. Setelah pengiriman selesai, perusahaan menerbitkan invoice sebagai tagihan pembayaran.

  2. Setelah pembayaran diterima, perusahaan menerbitkan faktur pajak sebagai bukti pungutan PPN.

Dalam kasus ini, invoice berfungsi sebagai dokumen penagihan, sedangkan faktur menjadi dokumen resmi yang digunakan untuk laporan pajak.

Kesalahan Umum dalam Penggunaan Faktur dan Invoice

  1. Menganggap invoice sebagai dokumen pajak

  2. Tidak mencantumkan nomor seri resmi pada faktur pajak

  3. Tidak menyimpan arsip dokumen dengan baik

  4. Salah mencatat transaksi dalam pembukuan

Kesalahan ini bisa berdampak pada sanksi administrasi dan denda perpajakan.

Dampak terhadap Administrasi Keuangan

Memahami perbedaan faktur dan invoice membantu bisnis dalam:

  • Mengelola arus kas

  • Mengontrol piutang

  • Menjaga kepatuhan pajak

  • Menghindari sengketa pembayaran

  • Mempermudah audit internal

Baca Juga:  Staff Logistik Adalah: Pengertian, Peran, dan Tugas Penting dalam Dunia Distribusi

Administrasi yang tertib akan meningkatkan profesionalitas dan kredibilitas perusahaan.

Apakah Faktur dan Invoice Bisa Disatukan?

Beberapa perusahaan menggabungkan fungsi invoice dan faktur dalam satu dokumen, terutama bisnis kecil. Namun untuk perusahaan yang sudah berstatus PKP, pemisahan dokumen sangat disarankan agar sesuai dengan regulasi perpajakan.

Pentingnya Sistem Administrasi Digital

Di era digital, banyak perusahaan menggunakan software akuntansi untuk mengelola invoice dan faktur secara otomatis. Sistem ini membantu:

  • Mengurangi human error

  • Mempermudah pelaporan pajak

  • Memantau status pembayaran

  • Mengarsipkan dokumen secara rapi

Digitalisasi administrasi menjadi langkah penting dalam meningkatkan efisiensi operasional.

Hubungan Faktur dan Invoice dengan Arus Kas

Invoice berperan besar dalam pengelolaan cash flow karena berkaitan langsung dengan piutang usaha. Jika invoice terlambat dibayar, maka arus kas perusahaan terganggu.

Faktur pajak berkaitan dengan kewajiban pajak yang harus dilaporkan tepat waktu. Keterlambatan pelaporan bisa berujung pada sanksi.

Studi Kasus Singkat

Sebuah perusahaan distribusi menerbitkan invoice senilai Rp50 juta dengan jatuh tempo 30 hari. Setelah pembayaran diterima, perusahaan menerbitkan faktur pajak sesuai ketentuan.

Jika perusahaan tidak menerbitkan faktur pajak, maka laporan PPN menjadi tidak sesuai dan berpotensi terkena sanksi dari otoritas pajak.

Ringkasan Perbedaan Faktur dan Invoice

  1. Faktur lebih kuat secara hukum dan perpajakan

  2. Invoice fokus pada penagihan pembayaran

  3. Faktur wajib bagi PKP

  4. Invoice membantu kontrol piutang

  5. Keduanya penting dalam sistem administrasi bisnis

Kesimpulan

Perbedaan faktur dan invoice terletak pada fungsi, waktu penerbitan, serta kekuatan hukumnya. Invoice adalah dokumen penagihan yang membantu mengatur arus kas dan piutang. Sementara faktur, khususnya faktur pajak, merupakan dokumen resmi yang digunakan untuk kepentingan administrasi dan pelaporan pajak.

Memahami perbedaan ini bukan hanya soal istilah, tetapi tentang bagaimana bisnis Anda dikelola secara profesional, rapi, dan sesuai regulasi. Kesalahan kecil dalam administrasi dapat berdampak besar pada operasional dan reputasi perusahaan.

Penutup

Dalam dunia bisnis, administrasi yang tertib harus didukung dengan operasional yang cepat dan terpercaya. Tidak hanya soal faktur dan invoice yang rapi, tetapi juga bagaimana barang Anda sampai tepat waktu, aman, dan efisien.

Harddies Cargo hadir sebagai solusi pengiriman profesional untuk kebutuhan bisnis Anda. Dengan layanan ekspedisi terpercaya, harga kompetitif, dan sistem administrasi yang transparan, kami siap membantu kelancaran distribusi barang ke berbagai kota di Indonesia.

Jika bisnis Anda ingin berkembang lebih cepat dengan dukungan logistik yang solid, saatnya mempercayakan pengiriman Anda kepada Harddies Cargo. Cepat, aman, dan profesional — karena setiap kiriman adalah kepercayaan.

Bagikan ke: